Berita terkini :
15.16
Pendapat MUI: Hukum Mati untuk Kaum Homoseksual
Ditulis oleh : Indikasi News pada Kamis, 19 Maret 2015 | 15.16
Jakarta, INDIKASINews -- Seperti dilansir gaystarnews, dalam tulisan bertajuk, Indonesia's Islamic authority calls for death penalty for gay sex itu, Hasanuddin AF, ketua komisi fatwa MUI, menegaskan fatwa dikeluarkan karena penyimpangan seksual kian meningkat, bahkan telah menyusup sekolah-sekolah.
"Sodomi, homoseksual, gay dan lesbian dalam hukum Islam dilarang dan (sodomi) adalah tindakan keji yang diancam dengan hukuman mati," katanya seperti dilansir gaystarnews, Rabu (18/3/15).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 3 Maret 2015 lalu mengeluarkan fatwa yang menyerukan berbagai hukuman mulai dari hukuman cambuk hingga hukuman mati, untuk pelaku homoseksual.
Hasanuddin menambahkan, penyimpangan seksual akan menyakiti moral nasional dan meminta pemerintah untuk mendirikan pusat rehabilitasi mengobati orang-orang LGBTI (lesbian, gay, bisexual, transgender, and intersex) dan membasmi homoseksualitas di negara ini.
Fatwa MUI yang dikeluarkan Januari itu mengutuk homoseksualitas sebagai gangguan 'disembuhkan' dan sodomi sebagai pelanggaran dihukum. Hal ini juga melarang legalisasi seks gay.
Hukum pidana Indonesia tidak melarang seks gay, meskipun dua pemerintah daerah telah lulus peraturan yang mengkriminalisasi tindakan homoseksual.
Sekretaris komisi fatwa, Asrorun Ni'am Sholeh, mengatakan sodomi lebih buruk daripada perzinahan dan seks di luar nikah dan dihukum dengan hukuman yang lebih keras dalam hukum Islam. (dbs)
15.31
Satpolairud Jambi Tangkap Kapal Ikan di Kepulauan Riau
Ditulis oleh : Indikasi News pada Senin, 16 Maret 2015 | 15.31
Lingga, INDIKASINews -- Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Jambi menangkap kapal nelayan Desa Posek saat sedang mencari ikan di perairan Alang Tiga,Lingga, Kepualaun Riau, Jumat (28/02) sekitar pukul 22.00 WIB.
![]() |
| ilustrasi |
Sebelum kapal nelayan tersebut dihentikan, Satpolairud Jambi sempat menembakan tem¬bakan peringatan agar kapal tersebut berhenti. Hasil penang¬kapan tersebut Polairud Jambi men¬gamankan satu buah kapal KM Re¬gina yang di nahkodai oleh Yan (43) dengan Anak Buah Kapal (ABK) Bedu (50), Adi (35), dan Ucok (32), mereka berasal dari Desa Posek.
Saat dikonfirmasi kepada Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Lingga, AKP Sugito membenar¬kan penangkapan kapal ikan yang sedang menankap ikan diperairan sendiri.
“Kami mendapatkan in¬formasi bahwa kapal nelayan Desa Posek ditangkap Polairud Jambi saat sedang menangkap ikan diper¬airan sendiri, padahal secara lokasi perairan Alang Tiga merupakan kewenangan Polairud Lingga. Dan kami juga mendapatkan informasi bahwa penangkapann tersebut dis¬ertai tembakan peringatan,” ujar AKP Sugito.
Untuk diketahui, perairan Alang Tiga merupakan lokasi yang sering dijadikan sasaran penangka¬pan kapal nelayan Lingga.
Sebelumnya kejadian seperti ini sudah sering terjadi sejak 2014 lalu, pada waktu itu Polairud Jambi menangkap empat buah ka¬pal nelayan Lingga dan dibawa ke Jambi.
Memang kapal nelayan tersebut sudah meresahkan kapal-kapal kecil warga sekitar dalam menangkap ikan, karena penangka¬pan ikan yang dilakukan kapal KM Regina sudah menyalahi aturan hingga merusak terumbu karang di perairan tersebut. (Mhmd)
20.15
Tiap Jumat PNS Wajib Minum Jamu
Ditulis oleh : Unknown pada Sabtu, 14 Maret 2015 | 20.15
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mencanangkan Gerakan Minum Jamu setiap hari Jum’at. Terhitung sejak Jum’at (27/2), seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Beltim diminta untuk meminum jamu setiap Jum’at pagi. Para pegawai diajak untuk mengiatkan pola hidup kembali ke alam sehingga dapat meningkatkan trend konsumsi jamu di dalam negeri.
“Gerakan ini merupakan instruksi dari Dirjen (Direktorat Jenderal) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Jadi setiap Jum’at Pagi, kita menyiapkan 4 orang penjual jamu lokal, para tukang jamu ini nantinya akan standbye di depan kantor atau keliling ke SKPD untuk menajajakan jamu. Para pegawai diharapkan mau meminum jamu, karena selain banyak manfatnya jamunya juga gratis,” terang Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Beltim Susana Linggawati.
Susana melanjutkan dengan mengusung tema gerakan ‘Baik Untukku Baik Untukmu’, gerakan minum jamu ini dapat merupakan dukunga pemerintah dalam membangkitkan kesadran masyarkat luas bahwa jamu adalah warisan sejarah budaya, memiliki nilai kesehatan yang tinggi dan punya peluang pasar di dalam negeri.
Bupati Beltim Basuri T Purnama sangat mendukung gerakan minum jamu di kalangan pegawai pemerintah. Ia bahkan menyatakan akan membuatkan Surat Edaran agar gerakan ini bukan hanya seremoni semata tapi bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Ini kan program bagus, masyarakat kita akan kembali memanfaatkan alam, mengkonsumsi yang bukan zat kimiawi atau tidak jelas. Program ini harus kita budayakan, selain dapat menyehatkan tubuh kita, berkhasiat, juga dapat mengangkat UMKM penjual jamu dan melestarikan produk asli kita,” kata Basuri.
Dengan adanya program ini, bintang iklan minum penyegar ini berharap kesadaran para pegawai untuk mengkonsumsi jamu dapat tumbuh kembali. Selian itu, dengan program ini juga minat masyarakat menanam toga, seperti kunyit, jahe, lengkuas dan lain-lain akan muncul.
Penjual Jamu Terbantu
Gerakan Minum Jamu mendapat sambutan baik dari para penjual jamu tradisional yang ada di Kabupaten Beltim. Selain dapat membantu keuntungan, mereka merasa bangga jika yang meminum jamu buatan mereka adalah para pejabat.
“Alhamdulillah kita terbantu dan bangga jamu-jamu kita dinikmati oleh orang atasan (pejabat). Kita juga dapat jual dua kali sehari,” ujar salah seorang penjual jamu, Rusmini.
Wanita asal Solo, Jawa Tengah, yang sudah lama menetap di Jalan Gajah Mada Manggar ini mengaku jika kesadaran mayoritas masyarakat untuk meminum jamu masih kurang.
“Kalau orang yang sudah tau manfaatnya jamu memnag senang minumnya, mas. Cuman banyak yang belum tau, kadang-kadang pas ditawarin susah mau minum. Banyak yang ngaku jamu itu pahit,” tutur Rukmini.
Penjual jamu yang sudah 30 tahun berjualan jamu di Pasar Lipat Kajang Manggar ini mengungkapkan mayoritas bahan pembuatan jamu yang dia gunakan berasal dari lokal (Beltim), namun lain-lainnya masih didapatkan dari luar daerah.
“Kita bikin sendiri jamunya. Untuk bahan kayak kunyir, jahe, dan sirih di sini ada. Cuman bahan-bahan lainya masih kita datangkan dari Jawa mas,” jelas Rumini.
Label:
Budaya
20.35
HUT KE-18 KOTA BEKASI DALAM KOMENTAR WARGANYA
Ditulis oleh : Indikasi News pada Rabu, 11 Maret 2015 | 20.35
Kota Bekasi, INDIKASI News -- H. Ahmad Syaikhu memimpin rapat persiapan untuk menyambut HUT ke-18 Kota Bekasi pada 10 Maret 2015. Setiap SKPD dihadirkan dalam materi kesiapan mereka menyambut HUT ke-18 Kota Bekasi.
Pada HUT ke 18 Kota Bekasi selain CAR FREE DAY setiap minggu, juga akan dipamerkan pembangunan. Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi mampu mengemas berbagai kegiatan yang dapat berinteraksi dengan masyarakat untuk bersama membangun Kota Bekasi. Demikian H. Ahmad Syaikhu Wakil Walikota Bekas.
Di tempat terpisah kami temui Ketua Umum “Forum Masyarakat Peduli Lingkungan & Pembangunan” (FORMALIHBANG) Andi Helmy, mengatakan pada Tim Media KPK dan IndikasiNews.com Kota Bekasi sebentar lagi akan berusia 18 tahun. Usia yang sangat muda untuk menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat dunia. Telah banyak perubahan signifikan yang kita rasakan bersama sebagai warga masyarakat, baik infrastruktur maupun suprastruktur. Pemerintah yang silih berganti dengan seuntai kebijakan, layanan publik menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya, dengan program yang dicanangkan dan diharapkan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu, keluarga atau parpol saja. Ada baiknya Pemerintah Kota Bekasi harus menyampaikan secara terbuka beberapa program pemerintah yang telah menjadi harapan warganya. Sebagai warga masyarakat Kota Bekasi, sepatutnya kita membeli masukan terhadap hal-hal yang perlu ditingkatkan. Terdapat beberapa sektor layanan publik yang menjadi perhatian kita bersama, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, penataan kota dan pengurangan pengangguran.
Sektor pendidikan yang merupakan paling vital dalam pembentukan manusia harus menjadi skala prioritas bagi siapapun yang menjadi Walikota dan Wakil Walikota. Pemberlakuan Sekolah Unggulan dan sekolah Berstandar Nasional bahkan Internasional menjadi kebanggaan bagi kita. Hal itu mengisyaratkan bagi kita betapa mutu pendidikan sangat berarti. Namun timbul pertanyaan “apakah niat tadi telah sesuai dengan infrastruktur dan suprasutruktur yang memadai kesiapan tenaga pendidikan sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran menjadi perhatian utama, jangan sampai kita menuntut maksimalisasi dari tenaga edukasi untuk menghasilkan hasil yang maksimal namun tidak dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang up to date. (ah)
23.18
Suku Anak Dalam Terancam Punah
Ditulis oleh : Indikasi News pada Minggu, 08 Maret 2015 | 23.18
Sarolangun, INDIKASI News -- Populasi Suku Anak Dalam (SAD) Terancam Punah, Pasalnya kehidupan suku minoritas yang termarginalkan tersebut dalam keseharian dengan kondisi kelaparan tidak hanya tempat tinggal mereka justru lebih memperhatinkan, hanya beralaskan bambu berjarak beberapa centimeter dari permukaan tanah serta atap hunian (pondok) menggunakan Plastik . Hal itu terjadi di Desa pulau Lintang kabupaten Sarolangun. Saat diwawancara kopi, Husni Tumenggung atau ketua kelompok Suku Anak Dalam (SAD) mengatakan,Kebutuhan hidup bagi suku anak dalam tergantung pada hasil buruan. “ Mata pencarian kami sehari adalah dengan berburu (Babi Hutan) untuk memenuhi kebutuhan keluarga “.Jelas Husin Tumenggung SAD. Lebih lanjut,menurut keterangan Suku Anak Dalam sampai hari ini belum ada perhatian atau uluran tangan dari pihak Pemerintah mengenai kondisi kelaparan yang melanda kehidupan manusia yang termarginal tersebut. “ Kami Hanya bertahan hidup, dan hanya makan seadanya “. Ungkap Husin Ketua Kelompok Suku Anak Dalam. Sementara itu Darwis Jenang (Kepala suku) menyampaikan, Agar pemerintah turut memperhatikan kehidupan suku anak dalam. “ Suku anak dalam merupakan ikon penduduk Jambi yang terkenal diseluruh indonesia bahkan dunia.oleh sebab itu Pemerintah Daerah harus memperhatikan habitat dam memberikan kehidupan yang layak bagi suku anak dalam “.Harap Darwis Jenang (kepala Suku) SAD.(kopi)
00.28
SENI BUDAYA BETAWI YANG HAMPIR HILANG
Ditulis oleh : Indikasi News pada Sabtu, 28 Februari 2015 | 00.28
Jakarta, INDIKASI News – Semakin meningkatnya era modern dikalangan masyarakat khususnya di Jakarta dengan teknologi yang sangat pesat sekarang ini sampai masyarakat Jakarta atau yang sering di sebut Betawi lupa dengan seni budayanya sendiri seperti , Lenong Betawi, Tari Topeng, Silat Betawi, Ondel-Ondel dan Gambang Kromong, sangat di sayangkan Seni dan Budaya Betawi sampai hilang dan terlupakan.
Indonesia adalah Negara yang beragam seni dan budaya sampai terkenal di mancanegara, jangan sampai seni dan budaya daerah di Indonesia khususnya Betawi hilang dan punah, apalagi seni dan budaya Betawi yang sebagai ikon di pusat ibukota.
Bukan hanya seni dan Budaya Betawi saja melainkan seni dan budaya daerah-daerah khususnya di Indonesia harus juga di lestarikan agar tidak hilang dan pudar dari masyarakat Indonesia.
Tingginya nilai seni dan budaya Indonesia sampai ke mancanegara membuat Negara lain ingin meniru, mempelajari bahkan sampai ingin memiliki, masyarakat seharusnya sadar akan tingginya nilai seni budaya Indonesia. (aryo)






.jpg)
