Berita terkini :
21.36
PUSKESMAS PALENGAAN PAMEKASAN TELAH MENDISKRIMINASI PASIEN PENGGUNA BPJS
Ditulis oleh : Indikasi News pada Selasa, 24 Maret 2015 | 21.36
Pamekasan, INDIKASINews -- Pelayanan Puskesmas Palenggaan Pamekasan Dikeluhkan Pasien Palenggaan, Citra buruk atas pelayanan Puskesmas sepertinya masih menjadi permasalahan umum saat ini.
Pasalnya, karena tidak mendapatkan pelayanan baik puskesmas Kondisi memilukan tersebut dirasakan oleh ibu Marhamah, yang sudah berusia 56 tahun ingin berobat karena penyakit yang telah dideritanya.
Murtiana selaku saudara dari Ibu Marhama menyampaikan ke awak media“Ngomongnya tidak enak didengarnya pak, saya kan malu lama-lama disini, mendingan saya pulang aja. Padahal saya juga sering berobat di puskesmas ini, namun saya dulu tidak pernah menggunakan BPJS pelayananya cukup bagus, tapi kenapa sekarang setelah saya pakai BPJS malah pelayananya kurang mengenakan,” Ujarnya
Murtiana menambahkan bahwa dirinya tidak betah untuk terus menjalani Proses perobatan saudaranya di puskesmas tersebut. “Saya mau pulang aja pak, gak betah berlama-lama disini,” tegasnya.
Tidak hanya mendapat pelayanan buruk dari RS Palenggaan, Pasien juga mendapat perlakuan dan tanggapan yang diduga buruk dari beberapa oknum suster yang bertugas di ruangan RS tersebut. Pasalnya, di tengah perasaan pihak keluarga mengkhawatirkan kondisi ibu marhamah semakin memburuk. Sementara itu, Kepala Puskesmas Palenggaan Pamekasan, dr. Zaefuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah perlakukan pasien dengan baik, dan tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dan Pasien umum lainnya. “Kalau saja pelayanan kami masih belum memuaskan pasien, kami mohon maaf, dan perlu diketahui bahwa pelayanan di puskesmas ini tidak membeda-bedakan antara pasien umum dan pasien BPJS tegas kepala puskesmas palengaan tersebut.
Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (PBJS) Kesehatan yang tidak berjalan baik memendam kekecewaan yang mendalam pada si pasien,dikarenakan perlakuan oknum perawat yang seolah-olah tidak sopan terhadap si pasien,yaitu perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh oknum perawat tersebut,hingga pasien tidak betah dalam menjalani perawatan dan membuat pasien untuk meninggalkan Puskesmas tersebut. (Harun.A)
17.26
Warga: Kartu Jakarta Sehat (KJS) Harus Mudah Tanpa Berbelit-belit
Ditulis oleh : Indikasi News pada Senin, 16 Maret 2015 | 17.26
Jakarta, INDIKASINews -- Nurhaini berharap, sebagai layanan yang banyak digunakan warga Jakarta, semestinya KJS harus dibuat lebih mudah. Paling tidak, loket-loket di rumah sakit yang memang disediakan untuk melayani pasien KJS ditambah. "Petugasnya harus ditambah supaya pasien cepat ditangani. Kalau begini, kasihan pasien harus seharian di rumah sakit," katanya.
Hal yang dialami warga Jatinegara bernama Yati (46) lebih parah. Untuk mendapatkan layanan operasi pengangkatan benjolan yang dideritanya, ia harus antre dan menunggu sekitar empat bulan. Ia mengatakan, sejak bertemu dokter yang menangani pertama pada November 2013, ia dipastikan harus menjalani operasi untuk sembuh.
Karena merasa khawatir akan penyakitnya, Yati menyetujui wacana operasi tersebut. Namun, ia mengaku pihak rumah sakit mengatakan kepadanya, operasi baru dapat dilakukan Maret 2014. "Katanya, pesertanya banyak. Jadi, saya harus menunggu sampai waktu tersebut," ujar perempuan yang mengaku bekerja sebagai buruh cuci ini.
Permasalahan yang harus dihadapi Yati tidak sampai di situ. Sambil menunggu waktu operasi, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Salah satunya adalah pemeriksaan jantung yang sedang dijalani saat ini. Menurutnya, setelah diperiksa dokter, ia diberikan resep untuk sebulan. Sayangnya, pihak apotek hanya mengizinkan obat yang ditebusnya untuk seminggu.
"Jadi, setiap minggu saya harus ke sini hanya untuk mengambil obat. Ini kan menyulitkan saya sebagai buruh cuci yang penghasilannya harian," keluh Yati.
Ia mengungkapkan, hanya untuk mendapatkan obat di apotek yang sebelumnya sudah dibuatkan resep dokter, ia harus melewati banyak tahapan.
"Pertama, saya daftar, ambil nomor, lalu buat ACC, kemudian ke asisten dokter, terus ke loket pembayaran, baru ambil obat. Untuk semua tahapan itu, saya harus antre. Saya dari pagi di sini dan sampai siang belum dapat obat," ucapnya.
Sebagai buruh cuci, harus seminggu sekali ke rumah sakit dan mengantre setengah hari jelas sangat memberatkan. Karena harus berada di rumah sakit, ia kehilangan penghasilannya sehari lantaran tidak bekerja.
Karena itu, ia berharap hal ini menjadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta. "Saya harap ada perubahan. Kenapa dari dulu tidak bernah berubah? Pelayanan buat orang kecil selalu terkesan berbelit-belit," keluh Yati. (kopi)
Hal yang dialami warga Jatinegara bernama Yati (46) lebih parah. Untuk mendapatkan layanan operasi pengangkatan benjolan yang dideritanya, ia harus antre dan menunggu sekitar empat bulan. Ia mengatakan, sejak bertemu dokter yang menangani pertama pada November 2013, ia dipastikan harus menjalani operasi untuk sembuh.
Karena merasa khawatir akan penyakitnya, Yati menyetujui wacana operasi tersebut. Namun, ia mengaku pihak rumah sakit mengatakan kepadanya, operasi baru dapat dilakukan Maret 2014. "Katanya, pesertanya banyak. Jadi, saya harus menunggu sampai waktu tersebut," ujar perempuan yang mengaku bekerja sebagai buruh cuci ini.
Permasalahan yang harus dihadapi Yati tidak sampai di situ. Sambil menunggu waktu operasi, ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Salah satunya adalah pemeriksaan jantung yang sedang dijalani saat ini. Menurutnya, setelah diperiksa dokter, ia diberikan resep untuk sebulan. Sayangnya, pihak apotek hanya mengizinkan obat yang ditebusnya untuk seminggu.
"Jadi, setiap minggu saya harus ke sini hanya untuk mengambil obat. Ini kan menyulitkan saya sebagai buruh cuci yang penghasilannya harian," keluh Yati.
Ia mengungkapkan, hanya untuk mendapatkan obat di apotek yang sebelumnya sudah dibuatkan resep dokter, ia harus melewati banyak tahapan.
"Pertama, saya daftar, ambil nomor, lalu buat ACC, kemudian ke asisten dokter, terus ke loket pembayaran, baru ambil obat. Untuk semua tahapan itu, saya harus antre. Saya dari pagi di sini dan sampai siang belum dapat obat," ucapnya.
Sebagai buruh cuci, harus seminggu sekali ke rumah sakit dan mengantre setengah hari jelas sangat memberatkan. Karena harus berada di rumah sakit, ia kehilangan penghasilannya sehari lantaran tidak bekerja.
Karena itu, ia berharap hal ini menjadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta. "Saya harap ada perubahan. Kenapa dari dulu tidak bernah berubah? Pelayanan buat orang kecil selalu terkesan berbelit-belit," keluh Yati. (kopi)
Label:
Headline,
Kesehatan,
Metropolitan
17.08
Warga Tak Mau Pakai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Jakarta, INDIKASINews -- Seorang warga sebut saja namanya Samsultis (27) ditemui SH di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (16/1), Maruliah (54) mengaku tidak ingin menggunakan JKN. Ia mengatakan, sampai saat ini ia tidak mengetahui cara mendapatkan layanan tersebut.
Menurutnya, sejak layanan tersebut diluncurkan awal Januari, tidak ada pihak RT ataupun RW di rumahnya, kawasan Cipinang Bali, Makasar, Jakarta Timur, memberikan penjelasan mengenai layanan tersebut.
"Beberapa kali ke puskesmas juga nggak ada yang kasih tahu apa itu JKN, apa itu BPJS. Saya cuma sering lihat di berita, tapi tidak tahu cara mendapatkannya," ujar Maruliah.
Karena itu, ia melanjutkan, sebagai warga Jakarta yang telah memiliki KJS, ia memilih tetap menggunakan layanan tersebut. Ia sama sekali tidak tertarik memiliki JKN. "Daripada bingung-bingung, lebih baik pakai KJS," tuturnya.
Meski saat ini KJS dianggap pilihan utama bagi warga Jakarta, namun tidak semua penggunanya merasa puas dengan layanan tersebut. Ditemui SH di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Asih, Jakarta Timur, seorang pasien bernama Nurhaini (40) mengucapkan keluhannya terkait proses berobat menggunakan KJS yang terlalu lama.
Ia mengungkapkan, banyaknya pasien pengguna KJS membuat ia harus antre beberapa jam untuk mengobati anaknya yang menderita penyakit jantung.
"Saya tadi mulai daftar pukul 07.00 tujuh. Saya harus antre lama untuk bertemu dokter poli. Nah, sampai pukul 13.00, saya baru bisa ke apotek untuk mengambil obat. Itu pun entah harus antre berapa lama lagi. Orang yang mau ambil obat kan banyak," ucap warga Pisangan Lama, Jakarta Timur. (kopi)
01.33
Himbauan Dinkes Yogyakarta Warga Antisipasi Leptosporosis
Ditulis oleh : Indikasi News pada Sabtu, 14 Maret 2015 | 01.33
Yogyakarta, INDIKASI News -- Kewaspadaan terhadap leptospirosis perlu ditingkatkan karena kasusnya cukup banyak hingga bulan ini," kata District Surveillance Officer Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Rubangi di Yogyakarta, Kamis (12/3/2015).
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan pemyakit leptospirosis selama musim hujan hingga pancaroba selain penularan demam berdarah.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan pemyakit leptospirosis selama musim hujan hingga pancaroba selain penularan demam berdarah.
Pasien yang meninggal dunia akibat leptospirosis sebagian besar sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit penyerta sehingga kondisi tubuhnya lebih rentan.
Jumlah kasus leptospirosis di Kota Yogyakarta hingga saat ini tercatat sebanyak 15 kasus dan lima pasien di antaranya meninggal dunia. Pada Tahun lalu, terdapat 23 kasus leptospirosis dengan satu pasien meninggal dunia.
Menurut dia, peningkatan kasus leptospirosis tersebut disebabkan tikus yang biasanya bersarang di sungai beralih ke permukiman penduduk karena debit air sungai meningkat saat musim hujan.
Ia mengatakan, sudah menerjunkan petugas untuk menangkap tikus dan menelitinya guna mengetahui jenis tikus pembawa bakteri leptospira.
"Penerapan pola hidup bersih dan sehah menjadi salah satu cara yang ampuh guna mencegah penularan penyakit ini. Setelah melakukan berbagai pekerjaan, sebaiknya segera membersihkan badan dengan menggunakan sabun secara benar," katanya seperti dikutip Antara.
Bakteri leptospira, lanjut dia, akan mati saat terpapar sinar matahari atau terkena sabun.
Selain leptospirosis, kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta juga masih cukup tinggi. Saat ini tercatat sebanyak 223 kasus demam berdarah dengan tiga pasien meninggal dunia.
Masyarakat juga diminta segera melakukan pengecekan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas jika mengalami gejala-gejala seperti demam tinggi, mata merah dan nyeri otot.
Kasus terbanyak pada tahun ini terjadi di Kelurahan Baciro dengan 16 kasus, Kricak dan Bumijo masing-masing 14 kasus. "Ada perbedaan persebaran penyakit demam berdarah pada tahun ini. Penyakit ini lebih banyak terjadi di pusat kota dibanding di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain," katanya.
"Kegiatan kerja bakti membersihkan wilayah rutin dilakukan. Di kecamatan, kami melakukannya tiap Jumat disertai dengan kunjungan ke wilayah untuk mengingatkan warga agar menjaga pola hidup bersih dan sehat," katanya.
Sementara itu, Camat Gondomanan Agus Arif mengatakan, sudah melakukan sosialisasi kepada warga untuk mengintensifkan kegiatan bersih-bersih di wilayah. (dbs)
06.10
Diduga Praktek Perawat Tanpa Izin
Ditulis oleh : Indikasi News pada Jumat, 06 Maret 2015 | 06.10
Kuningan, INDIKASI News -- Praktek Perawat tanpa izin oleh salah satu oknum pegawai UPTD Puskesmas yang berinisial RD Pasawahan, Kecamatan Pasawahan,Kabupaten Kuningan, yang membuka Praktek diluar Kabupaten kuningan Khuususnya di daerah Majalengka, diduga tidak mengantongi Surat Izin Praktek Perawat (SIPP).
Terkait adanya Praktek Perawat tanpa izin, salah satu pegawai UPTD Puskesmas Mandirancan, Kecamatan Mandirancan, kabupaten Kuningan mengatakan dan mengarahkan untuk Tanya langsung kepada yang bersangkutan yaitu RD UPTD Puskesmas pasawahan, Ketika RD dimintai keterangan tentang dugaan Praktek tanpa izin RD enggan berkomentar.
Dengan waktu yang bersamaan RD menelpon seseorang yang bernama Trisno selaku Ketua YAPERNIK Kabupaten Majalengka via telepon Trisno mengatakan “Jangan ganggu anak buah saya karna saya sudah berkomitment dengan anak buah saya,silakan awak Media datang ke Majalengka temui saya” Ujarnya.
Ketua Umum IGW Robianyah.SH mengatakan Adanya Praktek Tanpa izin jelas-jelas merugikan masyarakat dan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan RI No.17 Thn 2013 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Izin dan Penyelengaraan Praktek Perawat. tandasnya.
Adanya dugaan Praktek Perawat tanpa Izin seharusnya Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengambil langkah tegas tentang pelangaran-pelangaran oknum yang tidak bertanggungjawab. (apif)
23.32
RSUD Arifin Achmad Terlantarkan Pasien
Ditulis oleh : Indikasi News pada Selasa, 03 Maret 2015 | 23.32
Pekanbaru, INDIKASI News -- Penelantaran pasien oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memang sangat disayangkan. Termasuk anggota DPRD Riau yang menilai bahwa telantarkan pasien memang menjadi ciri khas rumah sakit pemerintah ini.
Betapa tidak, memang sering terjadi penelantaran pasien oleh pihak rumah sakit ini. terutama pasien yang tidak mampu. RSUD Arifin Achmad ini tidak memiliki rasa prikemanusian sedikitpun. Puluhan milyar uang rakyat dari pajak rakyat Riau telah dikucurkan untuk operasional serta pembelian obat-obat paten untuk pasien , tetapi pihak pengelola RSUD Arifin Achmad tidak ada empati sedikitpun terhadap pasien miskin. Ironis negeri diatas minyak dibawah minyak bumi ini pelayanan terhadap pasien terutama pasien miskin cukup memprihatinkan ini buktinya.
Meneteskan air mata, Jelita (44) Ahad sore (1/3/15), istri dari Junihar (44),, pasien luka bakar bercerita panjang soal sakit yang tengah dideritanya. Hal ini terlihat saat anggota Komisi E DPRD Riau, Muhammad Adil membesuk dirinya, Senin (02/03/15). Ia pun tak segan menceritakan bagaimana keadaannya saat diterlantarkan pihak RSUD Arifin Ahmad (tempat dirinya berobat). Termasuk, tidak adanya dokter yang akan mengamputasi tangan kanannya.
“Tolong saya di sini pak, kepada siapa lagi saya akan mengadu pak. Seminggu lebih saya diterlentarkan pihak rumah sakit, baru malam tadi saya dirawat di ruang Inap ini pak,” kata Jelita yang saat ini tengah dirawat di Gedung Baru Ruang Inap RSUD Arifin Ahmad.
Adapun bagian tubuh yang paling parah terkena luka bakar terletak di bagian tangan kanannya. Ibu tiga anak ini pun mengatakan, kondisi tangan kanannya tidak bisa diangkat dan rasanya nyeri terus ia alami.
“Dari malam tadi sampai sekarang, dokter cuman ngasih verban di tangan kanan saya. Obat-obatan lain tidak dikasihnya, pil pun tidak ada. Apa artinya kalau obat luar dikasih tapi obat dalam tidak dikasih,” terangnya.
Melihat hal ini, Muhammad Adil mengatakan, semestinya pihak RSUD tidak boleh bersikap menelantarkan pasiennya. Meskipun pasien tersebut berasal dari keluarga miskin, tapi tidak boleh diterlantarkan.
“Apapun bentuknya, pasien harus ditangani, sembuhkan dia, baru dibolehkan pulang. Kalau diterlantarkan seperti itu, berarti pihak rumah sakit sudah melakukan suatu kesalahan dan bisa ditindak,” tegasnya.
Berhubung pasien juga salah seorang masyarakat daerah pemilihannya, politisi Hanura ini mengatakan, persoalan ini akan disampaikan kepada anggota Komisi E DPRD Riau yang lain.
“Kepada keluarga korban, adukan saja persoalan ini ke Komnas HAM, supaya di kemudian hari pihak rumah sakit bisa menyadari dan tidak akan mengulangi kesalahannya, ini persoalan fatal,” ujar anggota dewan dari daerah pemilihan Bengkalis-Dumai-Meranti ini. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jelita (44), sudah hampir sepekan terlantar di ruang rawat inap, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Ia belum juga ditangani, karena dokter yang akan mengamputasi tangan kanannya belum juga datang. Dari pantauan riauterkinicom, Ahad sore (1/3/15), istri dari Junihar Silaban (44), ini hanya terbaring lemas di depan ruang pendaftaran RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sesekali dia merintih karena tangan kanannya yang mengalami luka bakar sejak 2007 lalu telah membusuk.
Sudah 6 hari kami tidur di lantai rumah sakit ini. Kata perawat RSUD Arifin Achmad tunggu saja, sampai dokter datang dan mengamputasi tangan istri saya,'' tutur Junihar. (kopi)
07.04
10 Tanaman Obat dan Khasiatnya Tanaman Herbal
Ditulis oleh : Indikasi News pada Sabtu, 28 Februari 2015 | 07.04
Nasional, INDIKASI News -- Sepuluh Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya - Indonesia adalah negara agraris yang terkenal akan kekayaan rempah rempah dan berbagai jenis tanaman. Dari dulu hingga sekarang tanaman herbal ataupun tanaman obat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tapi sayang sekali banyak warga Indonesia saat ini malah lebih memilih produk kesehatan luar negri dibanding negri sendiri. Padahal tak perlu jauh - jauh ke negri orang dengan biaya yang sangat mahal sekali, di negri kita jauh lebih kaya dan alami dalam segi pengobatan. Yuk kenali berbagai macam jenis tanaman obat di indonesia dan manfaatnya.
Tanaman Obat atau yang biasa kita sebut Tanaman herbal sangat banyak sekali jenisnya dan manfaatnya, dari mulai mampu mengobati penyakit kelas ringan bahkan penyakit sampai ke penyakit kelas berat. Selain itu Tanaman obat juga sudah banyak teruji ampuh dibandingkan dengan obat - obatan yang dicampur bahan kimia. Kalau begitu langsung saja ini dia beberapa tanaman obat yang bisa anda pakai sebagai Pengobatan Alternatif dirumah.
10 Tanaman Obat dan Khasiatnya Tanaman Herbal.
1. Seledri (Apium Graviolens).
Mungkin tanaman yang satu ini tidak asing lagi bagi kita, selain enak dipakai sebagai penyedap rasa ternyata seledri juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor dll.
Contohnya seledri bisa dipakai sebagai Obat Asam Urat. Caranya Cukup rebus beberapa biji seledri untuk segelas air didihkan lalu minum setiap pagi.
2. Blustru (Luffa Aegyptica Mill).
Blustru atau yang biasa disebut Ketela Manis ( Di Sunda disebut Lapang Oyom atau di Palembang disebut Hurung Jawa) merupakan tanaman obat keluarga yang telah diberikan secara turun temurun. Namun saat ini sudah jarang sekali yang menggunakan bahkan sebagian besar orang tidak tau bagaimana bentuk Tanaman Blustru itu. Blustru dapat digunakan sebagai Obat Asma, Caranya cuci telebih dahulu daun blustru muda simpan diatas nasi panas (bisa disimpan diatas ketika menanak nasi) lalu makanlah sebagai lalaban setiap hari.
3. Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia Jack).
Tanaman ini di Indonesia tumbuh didaerah Kalimantan. Tongkat ali dapat membantu memperbaiki kadar testosteron pada pria dan menambah gairah sexual pada pria. Selain itu juga mampu menjadi Obat Ejakulasi Dini. Banyak Toko herbal menjual pasak bumi ini biasanya sudah berupa teh, kopi, berbentuk kering dll.
4. Mengkudu (Morinda Citrifolia)
Mengkudu memiliki nama yang berbeda - beda di setiap daerah contohnya di Sunda disebut Cangkudu, di Aceh disebut Keumeude, dan di Jawa diseut kudu. Tanaman ini biasa ditanam di aceh pada setiap rumah warga (walau tidak semua) karena biasa dipakai sebagai bahan rujak ataupun menu buka puasa khas aceh. Tapi taukah anda bahwa Mengkudu bisa menjadi Obat Jantung Koroner dan membantu mencegah penyakit jantung koroner. Caranya sangat mudah cukup jus mengkudu lalu saring air sarinya tambahkan sedikit madu dan minum 2 kali sehari setelah makan.
5. Lidah Buaya (Aloe Vera).
Lidah buaya sejak zaman dahulu telah dipercaya sebagai bahan perawatan kecantikan dan obat. Saat ini dijepang sedang mengembangkan penelitian lidah buaya sebagai Obat Kanker. Saat ini sangat banyak sekali cara untuk memakan lidah buaya seperti Cendol ala Pontianak.
6. Buah Makasar (Brucea Javanica).
Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit dan beracun. Namun apabila dipergunakan dengan baik dan sesui dengan dosis yang rumbuhan ini mampu menjadi mengobati Penyakit Diabetes Melitus karena dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Selain itu Buah Makasar juga mampu menjadi Obat Kanker Serviks, Caranya bisa dengan menyeduhnya kedalam setengah cangkir dan minum 2 - 3 kali sehari (Banyak Toko Herbal yang menjual Buah Makasar kering jadi anda tidak perlu susah susah menumbuk atau mengeringkannya sendiri).
7. Belimbing (Averrhoa Carambola).
Belimbing manis banyak mengandung vitamin C, B, A, Protein, Kalsium dll. Belimbing.
Selain rasanya yang enak juga mampu mejadi Obat Kolestrol Tinggi dan Penurun Darah Tinggi. caranya cukup makan buah belimbing setiap hari sesudah makan.
8. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza).
Temulawak merupakan tanaman obat indonesia yang memiliki kandungan Kurkumin yang berguna sebagai Anti Radang ataupun Anti Keracunan Empedu. Walaupun temulawak tidak mampu menjadi Obat Kanker Hati, namun temulawak mampu mencegahnya karena temulawak mampu mengobati Penyakit Hepatitis B yang berperan sebagai faktor utama Penyakit Kanker Hati.
9. Daun Dewa (Gynura Divaricata).
Dari namanya aja udah kerenkan, Daun Dewa dipercaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Daun Dewa mengandung minyak atsiri, saponin dll. Daun Dewa bida digunakan sebagai Obat Penyakit Stroke ataupun Pencegah datangnya Penyakit Stroke. Mampu juga mengobati luka memar dan Penurun Darah Tinggi.
10. Jarak (Ricinus Communis).
Biasa disebut Kaliki di Jawa Barat Dulang di Sumatra dan Kalek Dimadura. Jarak memuliki manfaat pada karnya sebagai anti rematik dan mampu menenangkan. Pada bijinya terasa manis, pedas namun netral. Bijinya Banyak digunakan untuk Obat Kangker Rahim, Hernia, Rematik, TBC dsb. Namun ketika anda mengolah biji jarak menjadi herbal anda harus berhati - hati karena jika meminum obatnya berlebihan akan menimbulkan keracunan dengan ciri - ciri Sakit kepala, muntah berak, panas dll.
Sebenarnya tanaman obat sangat banyak sekali jenisnya. Dari berbagai daerah penjuru negri memiliki resep masing - masing dalam mengolah tanaman herbal. Ketika kita kembali ke obat alami segala jenis penyakit dapat di cegah dan diobati karena resikonya sangat kecil. Untuk itu perbanyaklah meminum minuman herbal seperti jamu dll agar tubuh lebih sehat. (dbs)








.jpg)
