Berita terkini :
16.34
Wilson Lalengke: Kriminalisasi Blogger, Sebuah Kemunduran Peradaban
Ditulis oleh : Indikasi News pada Kamis, 19 Maret 2015 | 16.34
Jakarta, INDIKASINews -- Kasus pelaporan blogger atas tulisannya di media massa ke Polisi seakan masih merupakan tren di masyarakat Indonesia. Setelah persoalan tulisan blogger, Musni Umar yang diperkarakan oleh SMAN 70 Jakarta karena dinilai mencemarkan nama baik sekolah tersebut, kini muncul lagi kasus serupa. Andrea Hirata berencana memperkarakan blogger Damar Juniarto karena tulisannya di media jurnalisme warga Kompasiana ke meja hijau. Menanggapi kasus ini, Wilson Lalengke menyatakan kekecewaannya kepada pihak-pihak yang masih suka mengkriminalisasikan seseorang karena tulisannya di media.
“Saya sungguh kecewa terhadap warga masyarakat kita, termasuk Andrea Hirata, yang masih doyan memperkarakan warga lainnya ke polisi atau ke pengadilan karena tulisannya. Ini suatu kemunduran peradaban,” kata Wilson di kantornya, di Jakarta saat diminta komentarnya.
Seyogyanya, lanjut Wilson yang adalah juga Ketua Umum Persatuan Pewarta Indonesia (PPWI) itu, Andrea Hirata justru diharapkan menjadi pionir dalam mendorong percepatan pencerdasan masyarakat melalui tulisan-tulisan di media massa. Secara subtantif, persoalan yang dipermasalahkan oleh Andrea adalah hal yang absurb, tidak dapat ditakar keabsahannya.
“Bagaimana mungkin seseorang bisa mengukur, menilai, dan langsung menetapkan bahwa dengan tulisan Damar Juniarto yang mengkritik klaim Andrea Hirata atas penghargaan internasional dan titel best seller internasional novel besutannya Laskar Pelangi, langsung bisa diyakini menurunkan kredibilitas dia sebagai penulis handal Indonesia?” imbuh Wilson.
Opini publik yang terbentuk oleh sebuah atau serangkaian tulisan di media massa amat fluktuatif. Jika Andrea Hirata, yang diakui Wilson sebagai sahabatnya itu, ingin menetralisir implikasi dari tulisan blogger Damar Juniarto atau siapaun, maka yang harus dia lakukan adalah menyampaikan ke publik tulisan dan informasi tentang perkara tersebut di media massa dengan porsi lebih banyak, lebih akurat, lebih terpercaya. “Yang mesti dilakukan, yaa, perang opini di media. Siapa yang lebih bisa diterima publik informasi dan argumen-argumennya, yaa itu yang akan menjadi acuan masyarakat,” ujar Wilson.
Kasus kriminalisasi penulis, apapun istilahnya: blogger, pewarta, penulis amatiran, atau bahkan professional, akan berdampak buruk bagi perkembangan peradaban suatu bangsa. Akhirnya, kata Wilson yang menyelesaikan master di bidang Etika Terapan di Universitas Utrecht Belanda itu, warga masyarakat akan dihinggapi oleh inferiority, rasa rendah diri, penuh ketakuatan, dan akhirnya pesimis dalam menyampaikan ide-ide kreatif yang dimiliki warga. Padahal, menurut dia, kemajuan suatu bangsa justru akan terjadi ketika setiap anggota masyarkat terlibat langsung dalam proses berbagi informasi, berbagi pemikiran, berbagi kreatifitas dan inspirasi kepada sesama warga lainnya.
“Apalagi kalau sudah dengar bahwa Andrea Hirata memakai pengacara Yusril Izha Mahendra yang adalah mantan Menkumham. Bisa-bisa, masyarakat langsung terkencing-kencing saat baru mulai menulis,” kata Wilson sambil tertawa bercanda. “Saya justru berharap Pak Yusril jadi mediator saja dalam menyelesaikan persengketaan ide di media massa itu, jangan jadi pembela salah satu pihak. Sikap kenegarawanan Yusril akan terlihat pada kasus ini,” tutup Wilson Lalengke yang baru saja menyelesaikan pendidikan kepemimpinan nasional di Lemhannas itu. (kopi)
16.11
Walikota Manado Membuka Konferensi Cabang ke-XXX HMI
Manado, INDIKASINews -- Walikota Manado DR. G.S Vicky Lumentut SH.Msi menghadiri Konferensi cabang ke-XXX Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Kota Manado dengan tema “ Redesain Gerakan HMI Sebagai Upaya Untuk Mengembalikan Semangat Berorganisasi dalam mempertahankan nilai-nilai ke-HMI-an Menuju Masyarakat Madani” di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (18/3).
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 21.30 Wita dihadiri lebih kurang 150 orang mahasiswa dan tamu undangan yang terdiri dari tokoh organisasi HMI maupun perwakilan dari Pemkot Manado dan perwakilan dari bebagai organisasi kepemudaan .
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Walikota Manado DR G.S Vicky Lumentut dan rekan-rekan anggota HMI yang sudah bersedia hadir dalam konferensi malam ini, serta bersyukur kepada Allah SWT karena mendapatkan Hibah Tanah berlokasi di Desa Tateli Kecamatan Tateli Kabupaten Minahasa dimana nanti akan dibangun menjadi Kantor Sekretariat HMI Kota Manado dan berharap dapat segera terwujud proses pembangunannya” kata Ketua DPC HMI Manado Siti Herdianti Musa SE.
Pada saat yang sama Walikota Manado DR. G.S Vicky Lumentut S.H Msi DEA turut memberikan sambutan yang intinya adalah “Sebagai Walikota saya merasa bangga kepada Pemuda Pemudi HMI karena sudah menjaga kekompakan dan berpesan agar organisasi ini jangan sampai ditunggangi oleh berbagai kepentingan elemen-elemen yang bermuatan politik, jadikan organisasi HMI sebagai wadah pemersatu generasi muda yang siap berkompetisi di berbagai bidang, kedepannya hindari kegiatan yang bersifat negatif seperti pergaulan bebas, narkoba , miras dan perkelahian yang akan merugikan diri sendiri maupun orang lain”.
Rangkaian acara berakhir dengan tertib dan aman pada pukul 23.15 wita setelah sebelumnya dipersembahkan drama teatrikal buah karya mahasiswa anggota HMI Kota Manado. (kopi)
16.18
KUMANG: Pemuda Pancasila Harus damai dalam pemilihan Ketua MPC JAKBAR.
Ditulis oleh : Indikasi News pada Selasa, 10 Maret 2015 | 16.18
Jakarta, INDIKASI News – Persiapan Pemilihan Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Administrasi Jakarta-Barat masa Bhakti Priode 2015-2019, seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari delapan kecamatan khususnya Jakarta Barat siap mendukung berjalannya Musyawarah Cabang ke 9 (MUSCAB 9) yang diperkirakan bulan ini dengan damai.
Menurut Bambang Sudirman (KUMANG) selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Cengkareng siap mendukung dan mengsukseskan acara Muscab Jakarta barat,saat dijumpai dikantor PAC Cengkaraeng,sabtu (7/3/14).
Kumang juga berkata “dirinya siap mendukung salah satu kandidat untuk ketua MPC,karena saya motor pengerak atau tim sukses dari satu kandidat yaitu Hendra Yoshua yang akan naik menjadi Calon Ketua MPC Jakarta barat dalam pemilihan yang damai dan tanpa adanya Money Politik”. Ujarnya.
Kumang juga akan terus berupaya bersosialikasi dan berkomunikasi kepada Ketua-ketua PAC Jakbar lainnya agar menjadi satu suara mendukung Hendra Yoshua sebagai Ketua MPC Jakarta Barat. Ungkapnya.
H.Asbanu selaku Ketua PAC Tamabora dan juga Tim Sukses Hendra Yoshua bertekad dan berupaya memenangkan Hendra Yoshua sebagai Ketua MPC Jakarta Barat, beliau mengungkapkan kepada awak media akan terus berjuang bersama Kumang memenangkan Hendra Yoshua,dan Alhamdulillah dari Delapan PAC Jakarta Barat Tujuh PAC siap mendukung Hendra Yoshua sebagai Ketua MPC. Tandasnya.
Organisasi Pemuda Pancasila adalah salah satu ormas yang menjunggung tinggi Norma Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dalam menyatuhkan ideologi guna memajukan Bangsa dan Negara. (bie)
Label:
Metropolitan,
Sosial
02.25
Mengenal lebih Dekat WILSON LALENGKE Ketua Umum PPWI
Ditulis oleh : Indikasi News pada Jumat, 06 Maret 2015 | 02.25
Oleh: Wilson Lalengke Ketua Umum PPWI.
INDIKASI News -- Hari ini saya hendak menulis tentang orang biasa yang telah menjadi luar biasa, karena ketekunannya ialah mengenai sdr Wilson Lalengke. Pada hari Rabu tgl 27 Juni 2007, sdr Wilson diwisuda di Utrecht University - Netherlands. Ia telah meraih gelar Master of Art (M.A.) dalam bidang Applied Ethics (Etika Terapan). Setahun sebelumnya ia juga telah meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dari The University of Birmingham - England dalam bidang Global Ethics (Etika Global).
Siapakah Wilson Lalengke ini ? Sahabat-sahabatnya di dunia maya mengenalnya dengan nama Shony. Demikian juga dengan teman sekelasnya sesama mahasiswa S-2 di Eropa, menyapanya dengan nama itu. Nama lengkapnya Wilson Lalengke, seorang Indonesia tulen dengan karakter Indonesia murni yang suka “angin-anginan” dan keras kepala. Terlahir sebagai anak pertama dari sebuah keluarga petani miskin 40an tahun lalu dengan nama kecil Wilson dan nama keluarga (Fam) Lalengke, di sebuah kampung kecil yang sudah musnah ditinggal pergi para penghuninya di pedalaman Sulawesi Tengah. Kampung tua itu bernama Kasingoli.
Oleh Ibundanya, Wuranggena Kulua, dan almarhum Ayahandanya, Sion Lalengke, adik-adik dan keluarga besar, serta orang sekampungnya, sosok ini biasa dipanggil “Soni”. Pasalnya, kata “Wilson” adalah produk Barat yang tidak dikenal di komunitas kampung kecil tradisional tersebut. Akhirnya, sang Ibu memungut tiga huruf terakhir dari kata itu, S-O-N, dan menambahinya dengan I, menjadi SONI, yang kemudian bermetamorfosa kepada bentuknya sekarang yakni Shony.
Proses evolusi nama ini terinsipirasi oleh sebuah cerita spesial saat Wilson mengunjungi Jepang, melalui Youth Invitation Program yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) pertengahan tahun 2000, di negeri mana dia bertemu dan “berteman” dengan seorang putri Jepang bernama Shino Takeuchi. Saat ini, Wilson yang “ngefans” berat dengan penyanyi dan pencipta lagu Ebit G. Ade ini, sedang dalam proses penyelesaian studi pasca-sarjana, Master in Applied Ethics, tahun akademis 2006/2007, atas dukungan finansial dari Komisi Eropa melalui program Erasmus Mundusnya.
Ia belajar pada sebuah Konsorsium Universitas yang terdiri atas Universitas Linkoping (Swedia), Universitas Utrecht (Belanda), dan Universitas Ilmu dan Tekhnologi Norwegia (Norwegia). Ini merupakan program master kedua baginya setelah tahun lalu ia menyelesaikan studi pasca-sarjana, Master in Global Ethics, di Universitas Birmingham, Inggris, atas beasiswa Ford Foundation - International Fellowships Program, yang di Indonesia dikelola oleh the Indonesian International Education Foundation (IIEF), berkedudukan di Jakarta.
Dalam usahanya mengembangkan diri, menempuh rangkaian pendidikan hingga mencapai jenjang pasca sarjana, Wilson yang menyelesaikan pendidikan Strata-1 (S-1) di Universitas Riau, Pekanbaru, menjalaninya dengan penuh perjuangan yang tidak dapat dikatakan mudah. Seperti banyak diketahui bahwa mengenyam pendidikan, apalagi di tingkat pendidikan tinggi, bagi warga termarginalkan di tanah air merupakan kesulitan yang belum teratasi hingga kini.
Sebelum akhirnya “terdampar” di Sumatera, Wilson yang dimasa kecilnya bercita-cita menjadi diplomat ini, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di daerah kelahirannya, Sulawesi Tengah. Setelah menamatkan sekolah dasar di SD Negeri Inpres Lee, di sebuah kecamatan terpencil, Kec. Mori Atas, dia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Tomata, di ibukota kecamatan itu. Hanya setahun di sana, ia pindah dan belajar di SMP Negeri 2 Poso, untuk kemudian melanjutkan studi di SMA Negeri 2 di kota yang sama. Hampir setahun menganggur setelah menamatkan SMA-nya, Wilson yang hobi beternak ayam dan memancing ini, kemudian merantau ke Bandung, dengan tujuan utama mengadu nasib mencari pekerjaan ditahun 1986.
Disebabkan oleh kesulitan mendapatkan pekerjaan di kota sejuk itu, ia kemudian merantau ke Pekanbaru, Propinsi Riau, di penghujung tahun itu juga. Di Pekanbaru, dengan bantuan dari sebuah keluarga dokter spesialis saraf (neurolog), keluarga dr. Chris Rumantir, Wilson yang gemar makan buah-buahan ini akhirnya boleh mendapat kesempatan kuliah setelah berhasil meraih satu kursi melalui Sipenmaru (Sistim Penerimaan Mahasiswa Baru, serupa UMPTN sekarang) di Universitas Riau. Ia diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, untuk program studi PMP-KN, jenjang Diploma-2, tahun 1987 dan diselesaikan tepat 2 tahun setelahnya.
Sebelum berangkat kuliah ke Eropa, Wilson yang menikah dengan Winarsih, seorang wanita Jawa dari Blitar lebih dari 12 tahun lalu ini, tercatat bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Walikota Pekanbaru. Seperti halnya dalam menempuh studi, perjalanan karirnya juga penuh lika-liku yang sulit. Dimulai dari menjadi guru honorer selepas menamatkan program Diploma-2, di sebuah SMP swasta di pinggiran kota Pekanbaru di tahun 1989.
Setahun kemudian ia mendapat tugas sebagai guru CPNS ke sebuah SMP negeri di kecamatan terpencil di Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau. Lebih dua tahun bertugas di sana, ia kemudian meminta mutasi tugas ke Pekanbaru, terutama dimotivasi oleh keinginan melanjutkan studi. Tahun 1994, ia baru dapat melanjutkan kuliah dengan status “izin belajar” di jenjang S-1 di universitas yang sama sambil tetap menjalankan tugas sehari-hari sebagai PNS, namun saat itu ia dimutasi ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Wilson, yang telah dikaruniai empat orang anak - Winda, Anggi, Angga, Anggun - ini, selanjutnya diberi tugas untuk menjadi guru di sebuah SMA unggulan di Pekanbaru sejak pertengahan tahun 1998, setelah ia menamatkan program sarjana setahun sebelumnya. Selain mengasuh mata pelajaran pokok sesuai latar belakang pendidikannya, ia juga aktif menjadi instruktur komputer dan internet bagi siswa dan teman-teman seprofesinya. Lima tahun mengabdi menjadi “cik-gu” di SMA Negeri Plus Propinsi Riau itu, ia kemudian dimutasi ke SMK Negeri 2 Pekanbaru.
Di tempat tugas barunya, Wilson yang dipercaya menjadi ketua Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Pekanbaru sejak tahun 2002, seakan menemukan dunianya: “dunia maya” sebagai wilayah untuk diexplorasi, mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperlukan bagi peningkatan diri. Dunia teknologi informasi kemudian menjadi bagian dari kesehariannya. Membangun jaringan atau network antar sekolah di Pekanbaru melalui program Wide Area Network (WAN) dan melaksanakan berbagai pelatihan-pelatihan baik untuk siswa maupun guru sekolah-sekolah se-Pekanbaru adalah tugas pokoknya di SMK itu. Kerjasama dengan beberapa instansi juga dijalin untuk mensukseskan program “melek TI” di kotanya, seperti bersama PT. Telkom, PT. Lintas Artha, dan lain-lain.
Selepas menyelesaikan program masternya nanti, Wilson yang menyukai film spionase dan fiksi ini, berencana kembali ke tempat tugas dan melanjutkan pekerjaannya sebagai PNS di Kantor Walikota Pekanbaru. Namun, sebagai wadah implementasi atau penerapan ilmu yang diperoleh pada program pasca-sarjananya, ia akan aktif sebagai penulis di media online Kabar Indonesia. Sebab dengan demikian, menurutnya, pemikiran-pemikiran berdasarkan teori filsafat dan etika yang dipelajari selama kuliah dapat disebarluaskan kepada setiap warga pembelajar di seantero nusantara.
Kesukaannya menulis sejak masa SMA telah mengantarkannya sebagai salah satu penulis yang dihadiahi predikat “Reporter of the Month April 2007″ oleh Kabar Indonesia. Sebelumnya, beberapa tulisannya juga telah dimuat di Harian Riau Pos dan Mingguan Genta, keduanya media lokal di Pekanbaru, serta di majalah Caltex, majalah internal PT. Caltex Pacific Indonesia. Saat ini, Wilson telah dipercayakan menjadi salah satu anggota Dewan Redaksi Kabar Indonesia, yang selalu siap untuk bekerja keras mendidik dan memajukan bangsanya melalui media online Kabar Indonesia.
Dalam pergaulan hidup keseharian, Wilson yang doyan makan “popeda”, sejenis panganan dari sagu, adalah seorang teman yang baik, kata rekan-rekan terdekatnya. Diapun termasuk figur ayah yang disayangi oleh anak-anaknya. Namun Wilson juga terkadang tidak menyenangkan bagi segelintir kalangan, terutama karena karakter dan ciri khasnya yang kepala batu dan suka menentang arus. Walau sering diingatkan oleh atasannya, “jangan menentang matahari, matamu bisa buta”, tetapi tetap saja ia bertahan pada prinsip “lebih baik buta, daripada berputih mata melihat ketidak-benaran dan kemungkaran yang berlangsung di depan mata…”
Itulah Wilson Lalengke, yang oleh Pak Roch Basuki dilabeli “anak bangsa” yang sebenarnya tidak banyak keinginan, kecuali berharap agar segenap rakyat Indonesia sungguh-sungguh diberi kesempatan untuk menjadi sebenar-benarnya manusia disepanjang usia mereka. (kopi)
01.34
Ulang Tahun Basis STM Budi Utomo Para Alumni Mengadakan Syukuran dan Kegiatan
Ditulis oleh : Indikasi News pada Selasa, 03 Maret 2015 | 01.34
Jakarta, INDIKASI News -- Alumni STM Budi Utomo (boedoet) Basis WOW 913 (Jalur Daan Mogot) melaksanakan hari dirgahayu Basisnya, dengan agenda kegiatan pertandingan futsal lintas basis, angkatan dan region dengan memberikan Piala atau trophy dan memotongan nasi tumpeng usai lepas dirgahayu WOW 913.
Acara yang dibuka pada hari minggu, 01 maret 2015 dilapangan futsal centro cengkareng oleh ketua umum fokat 145 Ir. Asep Subarna.
“Acara ini juga menjadikan silaturahmi yang tidak permah putus dan tetap solid dalam naungan keluarga Besar Boedoet, Meskipun keterbatasan waktu yang agak sempit untuk menyusun panitia dirgahayu ini, tetapi tidak mematahkan semangat kepanitiaan sehingga acara ini berlangsung.Ujar Ketua Umum Fokat.
Dalam kesempatan yang sama Asep Ketua Umum Fokat 145 Boedoet melakukan konsolidasi melalui "forum kecil centro" dan menyusun struktur kepengurusan antara lain: Aye' TOS 52 sebagai wakil ketua,Ibay' SON 63 sebagai sekretaris jenderal, dan Wiwik sebagai bendahara umum. (1/3/15).
Dengan terbentuknya Badan Kepengurusan Harian Fokat 145 Boedoet periode 2014-2017, Asep juga akan segera membentuk susunan pengurus bidang-bidang dalam organisasi Fokat 145 Boedoet periode 2014-2017, agar dapat merumuskan konsep dan menjalankan program kerja yang berdasarkan kepada kesejahteraan keluarga besar boedoet dan Boedoet besar karna kebersamaan. Ujarnya. (m,beng)
Label:
Metropolitan,
Ragam,
Sosial
17.31
Ketua PAC Pemuda Pancasila Cengkareng dan Tambora Jakarta Barat Siap Mendukung MUSCAB
Ditulis oleh : Unknown pada Kamis, 26 Februari 2015 | 17.31
Jakarta, INDIKASI News -- Jelang pelaksanaan Muscab diperkirakan bulan april 2015 akan datang, pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila, Kota Administrasi Jakarta Barat mengadakan rapat konsolidasi koordinasi organisasi bersama pengurus dan anggota PAC PP Kecamatan Cengkareng dan PAC PP Kecamatan Tambora.
Acara digelar dimasing-masing PAC, Kota Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng dan Tambora, Minggu (22/2/2015) sekitar pukul 12:00 WIB, tampak hadir pengurus MPC PP, PAC PP dan Ranting PP.
Acara digelar dimasing-masing PAC, Kota Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng dan Tambora, Minggu (22/2/2015) sekitar pukul 12:00 WIB, tampak hadir pengurus MPC PP, PAC PP dan Ranting PP. Sekertaris MPC PP Jakarta Barat Marjuki, mengungkapkan, agenda kegiatan berupa konsolidasi organisasi dalam rangka evaluasi kegiatan tersebut, cukup membanggakan dirinya. Pasalnya, para kader dan pengurus PP se-Jakarta Barat solid dan siaga, dalam menjadi garda terdepan demi kemajuan pemuda pancasila dan pengawal pembangunan daerah serta memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar.
Melihat kekompakan dan solidaritas yang tinggi dari kader-kader PP Jakarta Barat,H.Bambang Sudirman (KUMANG) dan H.Asbanu yang saat ini menyatakan kesiapan dan berharap dukungan penuh dari seluruh anggota untuk kembali dipilih menjadi ketua PAC Cengkareng dan Tambora Jakarta Barat 2015-2019,
merasa tidak tega meninggalkan organisasi Pemuda Pancasila berawal dari kader anggota, ketua ranting dan akhirnya menjadi Ketua PAC, sekaligus merupakan tidak hanya kader idielogis-nya, tapi juga sebagai kader biologis-nya.
“Dalam rangka jelang Muscab Pengurus MPC Pemuda Pancasila Jakarta barat pada bulan April 2015 mendatang saya menyatakan kesiapan dan berharap dukungan sepenuhnya dari kader di tingkatan pengurus Ranting, serta seluruh anggota untuk kembali memberikan amanah menjadi Ketua PAC PP masa periode 2015-2019 mendatang”, papar Ketua PAC Cengkareng dan Tambora Jakarta Barat.
Sementara itu, H. Asbanu dan H. Bambang Sudirman (KUMANG) selaku Ketua PAC Tambora dan Ketua PAC Cengkareng dalam kata sambutan mewakili seluruh pengurus dan anggota menegaskan, anggota Pemuda Pancasila saat ini dalam kondisi siap siaga dalam mengawal dan menjaga pembangunan daerah serta menyatakan kesiapan untuk mendukung sepenuhnya Calon Ketua MPC Jakarta Barat periode mendatang.
“Kami kader Pemuda Pancasila, siap sepenuhnya menegakkan harkat dan martabat oragnisasi demi mejaga kebesaran dan nama baik organisasi serta menyatakan kesiapan sepenuhnya mendukung dan sukseskan Muscab di bulan April 2015 mendatang dengan memilih Calon Ketua MPC periode mendatang,” tegas H. Asbanu dan H.Bambang Sudirman (KUMANG)
Sedangkan pada kesempatan rapat konsolidasi ini, juga diberikan pembekalan kepada para peserta rapat oleh pengurus MPC PP Jakarta Barat dengan dipandu oleh MPO DKI, Hakim Pohan salah seorang pengurus PP Tinggkat DKI. (bie)
Label:
Metropolitan,
Nasional,
Ragam,
Sosial







.jpg)
